Upaya Resmi Penggalangan Bantuan Hewan Qurban Pada Idul Adha 1434H (2013 M) Masjid Al Muttaqin Perumahan Medio Raya – Batam
Batam, 25 Agustus 2013
No : 004/Al-Muttaqin/BTM/VIII/2013
Lamp : 1 (satu) bundel
Hal : Permohonan Bantuan Hewan Kurban
di Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya – Batam
Kepada Yth.
Calon Shohibul Qurban
dan dermawan / dermawati
Di – Tempat
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dengan hormat,
Innalhamda lillah. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sholawat beriring salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan tak lupa do’a semoga Bapak / Ibu dalam keadaan sehat wal afiat, serta sukses dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Amin.
Alhamdulillah, kita masih dipertemukan kembali oleh Allah dengan bulan Dzulhijah 1434 H, yang di dalamnya terdapat kewajiban menunaikan ibadah Haji bagi yang mampu, juga kita dianjurkan berqurban dan menunaikan kewajiban sosial kepada yang berhak menerimanya.
Sehubungan menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1434 H, dan sekaligus untuk melaksanakan syiar Agama Islam di wilayah Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya – Tembesi - Trans Barelang – Batam, dengan ini kami mengajukan permohonan memperoleh bantuan berupa hewan Qurban untuk kami laksanakan penyembelihannya di Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya, dan selanjutnya akan kami bagikan kepada kaum muslimin/muslimat di lingkungan sekitar Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya – Tembesi - Trans Barelang – Batam.
Demikian surat permohonan bantuan hewan qurban ini kami sampaikan sebagai acuan demi suksesnya kegiatan penyembelihan hewan qurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1434 H di Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya - Batam. Atas segala perhatian, pertimbangan serta bantuan Bapak/Ibu kami menghaturkan ribuan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Panitia Idul Adha 1434 H Masjid Al Muttaqin
Perumahan Medio Raya – Trans Barelang – Batam,
Ketua Pelaksana_______________________Mengetahui,
Idul Adha 1434 H______________Takmir Masjid Al Muttaqin
Bpk. Kadi_______________________Bpk. M. Ismu Torik
PROPOSAL IDHUL ADHA 10 DZULHIJJAH 1434 H
A. PENDAHULUAN
Hari Raya Idul Adha merupakan puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh umat muslim yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah Al-Mukaromah, tetapi juga dirayakan dengan penuh suka cita oleh umat muslim di seluruh dunia. Hari raya ini disebut juga Hari Raya Qurban, dimana pada hari itu bagi setiap hamba-Nya yang mampu dianjurkan untuk menunaikan kewajibannya menyembelih hewan qurban.
“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembelihan (Qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. Al Hajj : 34)
”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan ber-kurban-lah.” (QS. Al Kautsar : 1-2)
Dari dua surat di atas, secara langsung Allah SWT memberikan perintah agama (syari’at) di dalam kitab-Nya yang suci, bahwa kepada kita yang mengaku sebagai ummat-Nya diwajibkan untuk melaksanakan ibadah Penyembelihan Qurban. Sejalan dengan tujuannya, kewajiban ini akan jatuh kepada hamba-hamba-Nya yang telah dilimpahi rezki dan membagi rezki yang Allah berikan dengan saudara-saudara lain yang kurang (dhuafa).
Ibadah Qurban yang diperintahkan kepada ummat Nabi Muhammad SAW adalah ibadah yang mengacu kepada sejarah qurbannya Nabi Ibrahim A.S. Perintah mengorbankan anak yang dicintainya, Nabi Ismail A.S. yang kemudian Allah gantikan dengan seekor Gibas adalah salah satu bukti ketaatan Nabi Ibrahim A.S dalam menjalankan perintah Allah SWT. Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah qurban harus diniatkan dalam rangka taat dan menjalankan perintah Allah, sebagaimana ayat-ayat tersebut di atas.
Ibadah Qurban juga memiliki keutamaan yaitu pengampunan dan keridhaan dari Allah SWT. Amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya Idul Adha adalah menyembelih hewan qurban. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW:
“Tidak ada satu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Iedul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) qurban itu.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majjah dan Hakim)
“Barang siapa yang memiliki kelapangan (kecukupan harta) tetapi ia tidak berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat Kami” (HR Hakim dari Abu Hurairah)
B. TUJUAN KEGIATAN
1. Meneladani Nabi Ibrahim A.S.
2. Menumbuhkan kesadaran dan peran serta ummat Islam dalam upaya mengembangkan kecintaan kepada sesama, dalam perwujudan takwa kepada Allah SWT
3. Memperkokoh jalinan silaturahim dalam upaya menopang ukhuwah islamiyah di antara pengurus Masjid Al Muttaqin dengan masyarakat muslim pada umumnya.
C. WAKTU DAN TEMPAT QURBAN
Insya Allah Pelaksanaan kegiatan Qurban ini akan diadakan pada tanggal 15 Oktober 2013 (10 Dzulhijah 1434 H) dan tempat pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya – Tembesi - Trans Barelang – Batam.
D. LEGALITAS
1. Surat Rekomendasi Pendirian Mesjid dari Kelurahan Tembesi – Kecamatan Sagulung – Kota Batam
Nomor : 072 / TBS-11.001/VII/2012
Tanggal : 02 Juli 2012
2. Akta Notaris YAYASAN “AL-MUTTAQIN MEDIO RAYA BATAM”
Akta Pendirian : No.12
Tanggal : 26 Juni 2012
Notaris : DIDIK PONCO SULISTYONO, SH., M.Kn.
E. SEKRETARIAT
Masjid Al Muttaqin Perumahan Medio Raya RT.01 RW.24
Kelurahan Tembesi - Kecamatan Sagulung
Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia (29434)
Hp. +6281377744845 Fax +62778 – 391515
Email : masjid.almuttaqin@ymail.com
http://masjidbatam.blogspot.com/
F. PETA LOKASI MASJID AL MUTTAQIN
G. PANITIA IDUL ADHA 1434 H
Masjid Al Muttaqin – Perum Medio Raya – Trans Barelang – Batam
Ketua Pelaksana Idul Adha 1434 H
Ketua 1 - Bpk. Kadi Hp +62 81372345674
Ketua 2 - Bpk. Safei Hp +62 81364633494
Dewan Pembina & Penasihat
Bpk. Hanif Tarmizi
Ketua Takmir Masjid
Bpk.M. Ismu Torik Hp. +6281377744845
Wakil Ketua
Bpk. Afrizal
Sekretaris
I. Bpk. Heri Rusyanto Hp. +6281270516575
II. Bpk. Julhadi
Bendahara
I. Bpk. Hardin Hp. +6282174024559
II. Bpk. M. Ali Syahbana Hp. +6281364998770
1. Divisi Penggalangan Dana :
Dedi Wijaya ( Koordinator) Hp. +6281364196629
Bpk. Dawam
2. Divisi Survei :
Bpk. Karyanto ( Koordinator )
Bpk. Sukamto
3. Divisi Akomodasi dan Transportasi :
Bpk. Nanang ( Koordinator)
Bpk. Joko
4. Divisi Pemotongan Hewan dan Pembagian Daging Qurban
Bpk. Imam Sanyoso (Koordinator)
Bpk. Suyitno
Bpk. Sungkono
Bpk. Riyadi
Bpk. Adlin
5. Divisi Dokumentasi
Bpk. P.Vini (Koordinator)
Bpk. Sutrisno
F. JENIS DAN HARGA HEWAN QURBAN
Penyertaan hewan Qurban dapat dilakukan dengan memberikan konfirmasi kepada panitia, baik via telephone ataupun secara langsung menemui salah satu Panitia Idhul Adha 1434 H Masjid Al Muttaqin – Perum. Medio Raya – Trans Barelang – Batam dengan menyebutkan berapa jumlah penyertaannya.
Satu penyertaan qurban senilai dengan harga satu kambing, yang kami perkirakan besarnya adalah
o Kambing Tipe A Rp 2.300.000,-
o Kambing Tipe B Rp 2.000.000,-
o Kambing Tipe C Rp 1.750.000,-
Setiap tujuh penyertaan akan dibulatkan menjadi satu ekor Sapi, dengan perkiraan harga
o Sapi Tipe A Rp 15.500.000,-
o Sapi Tipe B Rp 13.500.000,-
o Sapi Tipe C Rp 11.500.000,-
Bila Bapak/ibu/Saudara berniat untuk ikut berqurban sebesar satu ekor sapi dengan harga yang lebih besar, Insya Allah kami akan menyalurkannya.
Shohibul qurban diharapkan datang pada saat penyembelihan hewan kurban.
Bantuan berupa hewan kurban dapat diberikan kepada panitia kurban secara langsung atau uang ditransfer ke No. Rekening berikut ini:
No.Rekening 0188500592 Bank Muamalat Cabang Batam
a.n. MESJID AL MUTTAQIN
Jika Anda sudah melakukan transfer, Mohon berikan informasi lengkap kepada salah satu Panitia Idhul Adha 1434H Masjid Al Muttaqin – Perum Medio Raya – Trans Barelang – Batam
Bpk. Kadi Hp +62 81372345674
Bpk. Safei Hp +62 81364633494
Bpk.M. Ismu Torik Hp. +6281377744845
Bpk. Heri Rusyanto Hp. +6281270516575
Bpk. Hardin Hp. +6282174024559
Bpk. M. Ali Syahbana Hp. +6281364998770
Bpk. Dedi Wijaya Hp. +6281364196629
Insya Allah kami akan menyalurkannya kepada masyarakat di sekitar Masjid Al Muttaqin – Perum. Medio Raya – Trans Barelang – Batam.
H. PENUTUP
Dengan tulus ikhlas semata-mata hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT, kami mengetuk hati Bapak/Ibu sekalian, kaum muslimin dan muslimat untuk mengambil kesempatan emas ini, yaitu momen Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Qurban ini untuk menyisihkan sebagian dari rezki dan nikmat yang telah Allah anugrahkan kepada Bapak/Ibu untuk dibagikan kepada saudara-saudara kita semua, yang memang mutlak sekali sangat membutuhkannya.
Renungkanlah lagi firman Allah SWT yang kami kutip dari ayat-ayat suci Al-Qur’an di atas dan juga firman Allah berikut ini:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Surat Ibrahim (14) ayat 7.
Dalam surah Ar-Rahman (55) ayat 60-61 Allah SWT mengingatkan kita: “Sungguh, tiada balasan bagi kebaikan kecuali hanya kebaikan pula” Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Dengan mengharapkan Karunia dan Rahmat ALLAH SWT., serta bertawasul kepada sang Nabi Penutup, Rasulullah SAW., beserta ahli baitnya As., Kami mengetuk hati para Dermawan Muslimin dan Muslimat, untuk turut membantu demi suksesnya pelaksanaan Ibadah Penyembelihan Hewan Qurban di Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya – Trans Barelang - Batam. Semoga kemurahan hati & keikhlasan Bapak dan Ibu menjadi jalan menuju ketaqwaan, mendapat ridho-Nya serta mendapat balasan pahala yang berlipat dari ALLAH SWT., Amin Yaa Robbal ' Alamin
Terima kasih. Jazakumullahu khairon katsiro.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh,
Ketua Pelaksana_______________________Mengetahui,
Idul Adha 1434 H______________Takmir Masjid Al Muttaqin
Bpk. Kadi_______________________Bpk. M. Ismu Torik
HIKMAH BERQURBAN
Oleh: Zaenal Satiawan, Lc
Berqurban tidaklah semata-mata menyembelih hewan pada waktu ‘Iedul Adha, walaupun kata qurban secara bahasa ialah hewan yang disembelih waktu adha – sedangkan menurut istilah, qurban ialah hewan yang dikhususkan pada waktu yang dikhususkan dan syarat-syarat yang dikhususkan pula dengan niatan qurban (mendekatkan diri pada Allah)- tetapi di balik itu semua tersimpan sesuatu yang berharga yang keabsahan qurbanpun tergantung padanya, bahkan ia sebagai syarat bagi ibadah-ibadah lainnya.
Menyembelih hewan qurban ialah salah satu syiar Islam terbesar, dimana pada hari itu adalah hari kemenangannya ahli tauhid yang Allah perintahkan mereka agar menyelisihi kaum musyrikin dalam peribadahannya dan penyembelihannya. Perintah berqurban adalah perintah yang disyariatkan oleh Allah. Allah berfirman, “Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS. Al Hajj:34). Ia juga sebagai sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam yang sangat ditekankan.
Kemudian dalam berqurban, syiar yang paling besar terkandung di dalamnya ialah bahwa ia sebagai millah (ajaran / agama) Ibrahim yang kita diperintahkan untuk mengikutinya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan). (Lagi) yang -mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang sholih. Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): ‘Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif’ dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (QS An Nahl:120-123).
Demikian jelaslah bagi siapa saja yang mengetahui dan memperhatikan ayat-ayat ini bahwa millahnya nabi Ibrahim adalah ‘millah hanifiyyah’ yakni satu ajaran yang dibangun di atas landasan tauhid dan berpaling dari kesyirikan beribadah hanya kepada Allah saja dan mengikhlaskan agama untuk-Nya. Hingga dengan ini beliau dijuluki sebagai imam. Oleh karena itu, syiar yang besar dan pelajaran yang berharga dari Iedul Qurban adalah tauhid. Yang dituntut seluruh kaum muslimin untuk menancapkan aqidah tauhid ini dalam jiwanya dan beramal dengan tuntutan-tuntutan kalimat tauhid laa ilaaha illallah tersebut. Karena ia kewajiban yang pertama dan terakhir dalam Islam.
Dengan keistimewaan ‘Iedul Qurban ini hendaknya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaqwaan. Allah berfirman, “Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhoan Allah, tetapi ketaqwaan darimu-lah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al Hajj:37). Dan semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang menjunjung tinggi syiar-syiar Allah, “Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (QS Al Hajj:32)
Dikutip dari: Buletin Jum’at YLKM Batam Edisi: 357/Th XIV/2012/1433H
Salam Sukses By:
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
Laporan Idul Adha 1433 H – Masjid Al Muttaqin Perum. Medio Raya - Trans Barelang - Tembesi - Batam
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, pencipta dan pengatur seluruh alam semesta, langit, bumi dan seisinya yang telah melimpahkan karunia, kenikmatan, dan rahmat-Nya kepada kita semua sehingga sampai saat ini kita masih diberi kelonggaran dan kesempatan untuk menikmati apa yang telah diciptakan-Nya. Shalawat dan salam kita haturkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya yang senantiasa menjalankan sunnahnya.
Syukur Alhamdulillah Panitia Pelaksana Idul Adha 1433H Masjid Al-Muttaqin Perum. Medio Raya – Trans Barelang – Tembesi – Sagulung – Kota Batam (Kepri) telah dapat menyelenggarakan kegiatan Idul Qurban Perdana di Masjid Al-Muttaqin dengan baik, yaitu melaksanakan sholat Iedul Adha berjamaah di lokasi pemotongan hewan Qurban (ditepi jurang curam sebagai lokasi tempat akan dibangunnya Masjid Al Muttaqin, yang masih mencoba mencari bantuan donatur untuk membantu pembangunan batu miring yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 300 Juta) serta pemotongan 1 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing.
Dalam kesempatan ini Panitia Pelaksana Idul Adha 1433H Masjid Al-Muttaqin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Takmir Masjid Al-Muttaqin Perum. Medio Raya – Batam,
2. Seluruh Panitia Pelaksana Idul Adha 1433H Masjid Al-Muttaqin Perum. Medio Raya – Batam,
3. Para donatur di lingkungan Masjid Al-Muttaqin Perum. Medio Raya – Batam,
4. Para Shohibul Qurban Yang Ikut Mensukseskan kegiatan Idul Qurban Perdana di Masjid Al-Muttaqin yaitu:
- Shohibul Qurban KAMBING
a. Bp. Anto (Ruko Central Legenda Poin Blok G No.7 – Cuci Helm Woshi-Woshi)
b. Bp. Sukaryo (Fraksi PKS DPRD Kota Batam)
c. Bp. Tony (IKPMN) Via Smart Qurban DSNI Amanah – Batam
- Shohibul Qurban SAPI
a. Ismu Toriq bin H Nurkhilman
b. Marjoko bin Cipto Giyono
c. Hardin bin La Bansa
d. Muhammad Dawam bin Danuri
e. Muslikhah binti Mastur
f. Surati binti Pardi
g. Muhtarom bin Marjani
5. Semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan, baik moril maupun materiil dalam kegiatan ini sehingga kegiatan Idul Qurban Perdana di Masjid Al-Muttaqin ini dapat terselenggara dengan baik.
Semoga segala amal ibadah Bapak/Ibu/Saudara mendapat limpahan pahala dan ridho dari Allah SWT. Amin.
Akhirnya, kami seluruh Panitia Pelaksana Idul Qurban Perdana di Masjid Al-Muttaqin menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan yang telah kami lakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini dan berharap semoga tahun-tahun kedepannya semakin banyak shohibul qurban yang bersedia berqurban di lokasi Masjid Al Muttaqin – Perum Medio Raya – Trans Barelang – Batam. Semoga seluruh niat baik dan hati yang ikhlas dari setiap panitia dan para shohibul Qurban, mendapatkan balasan yang berlipat serta ridlo & rahmat Allah SWT.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tertanda
Panitia Pelaksana Idul Adha 1433H Masjid Al Muttaqin
Sekretariat : Masjid Al-Muttaqin RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia (29434)
Hp. +6281377744845
Fax +62778 – 391515
Email : masjid.almuttaqin@ymail.com
No.Rekening 0188500592 Bank Muamalat Cabang Batam a.n. MESJID AL MUTTAQIN
Salam Sukses By:
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
takbir, takbiran, proposal kurban, proposal qurban, proposal idhul adha, kurban batam, qurban batam, idul adha batam, masjid raya batam, masjid jami batam, sapi batam, kambing batam, hari raya haji, hewan qurban, muallaf batam, Idul Adha 2013, Idul Adha 1434 H, aidil adha, Aidil Qurban, Aidil Kurban, hari raya, pesta rakyat, Qurban 2013, Kurban 2013, Iedul Adha, Iedul Qurban, Iedul Kurban, Ied, nazar, aqiqah, akikah, Sholat Ied, Sholat Hari Raya, Batamindo, Muka Kuning, ATB Batam, Adhya Tirta Batam, Bright PLN Batam, Listrik Batam, Air Bersih Batam, Kerbau Batam, Ternak Batam, Pemko Batam, Pemerintah Kota Batam, OB, Otorita Batam, BP Batam, Medio Raya, syiar islam, dakwah islam, tembesi, sagulung, Nagoya, baloi, batam center, sate kambing, sate sapi, sate kerbau, musholla batam, mushola batam, BIC, McConnell, McDermott, Galangan Kapal, Shipyard, Batam, Barelang, Kepri, Kepulauan Riau, Islam, Syiar, Dakwah, Sunnah, Ahlu Sunnah Wal Jamaah, Idul Adha 2012, Idul Adha 1433 H, Sholat Idul Adha, Sholat Ied, Hari Raya Haji, Sembelihan Qurban, Hewan Kurban, Green City, Jurang, Tandus, Batu Miring, Sapi Kurban, Domba qurban, Kambing kurban, PKS, DSNI Amanah, Woshi Woshi Cuci Helm
"Barang siapa berangkat ke atau pulang dari masjid, niscaya Allah menyediakan tempat kediaman di surga setiap ia berangkat atau pulang." (HR. Bukhari dan Muslim).
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Agustus 2013
Penggalangan Donasi Hewan Qurban Pada Idul Adha 1434H (2013 M) Masjid Al Muttaqin Perumahan Medio Raya – Batam
Label:
Ahlu Sunnah Wal Jamaah,
dakwah,
Hari Raya Haji,
Hewan Kurban,
Idul Adha 1433 H,
Idul Adha 2012,
Sembelihan Qurban,
Sholat Idul Adha,
Sholat Ied,
Sunnah
Rabu, 31 Oktober 2012
UPAYA PELESTARIAN KESENIAN KOMPANG DALAM SYIAR ISLAM YANG LEBIH VARIATIF DI MASJID AL – MUTTAQIN – PERUM MEDIO RAYA – TRANS BARELANG – KOTA BATAM
UPAYA PELESTARIAN KESENIAN KOMPANG DALAM SYIAR ISLAM YANG LEBIH VARIATIF DI MASJID AL – MUTTAQIN – PERUM MEDIO RAYA – TRANS BARELANG – KOTA BATAM
Kami dari Takmir Masjid Al-Muttaqin - Perum Medio Raya – Trans Barelang – Kota Batam mengetuk hati kaum muslimin / muslimat di manapun berada untuk bisa membantu Dana Pembelian Peralatan dan Pembentukan 2 Group Kompang (Ar-Rijal & An-Nisa) yang masing-masing membutuhkan dana @Rp 10.000.000,- x 2 = Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).
Diharapkan dengan terbentuknya 2 Group Kompang di lingkungan Masjid Al Muttaqin, syiar dan kegiatan keislaman di wilayah Perumahan Medio Raya – Trans Barelang – Kota Batam akan semakin semarak dan lebih variatif.
Sekretariat : Masjid Al-Muttaqin RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia (29434)
Hp. +6281377744845
Fax +62778 – 391515
Email : masjid.almuttaqin@ymail.com
No.Rekening 0188500592 Bank Muamalat Cabang Batam a.n. MESJID AL MUTTAQIN
Kompang adalah alat musik tradisional milik masyarakat melayu. Alat musik ini termasuk dalam instrument pukul seperti gendang dan gamelan. Meski saat ini instrument ini termasuk dalam alat music tradisional bangsa melayu, namun sebenarnya alat musik ini berasal dari Arab yang kemudian dibawa ke tanah Melayu pada zaman kesultanan Malaka oleh para pedagang India Muslim sekitar
Kompang biasanya dimainkan pada masa perarakan, kenduri dan upacara – upacara tradisional yang lain. Cara memainkan kompang pun terdiri dari dua bagian yaitu dengan paluan tradisi dan paluan modern. Pada paluan tradisi kompang dimainkan dengan cara sambil menyanyikan lagu – lagu atau syair Arab ataupun Melayu klasik. Namun pada teknik paluan modern, kompang dimainkan dengan sambil menari. Tradisi ini sebenarnya sangatlah perlu untuk dilestarikan mengingat semakin sedikitnya instrument musik ini dimainkan pada masa sekarang. Untuk itu sebagai Bangsa Melayu, alangkah mulianya jika melestarikan tradisi dan alat musik ini agar tetap ada.
Jika anda peduli terhadap tradisi lokal ini, anda bisa saja ikut ambil bagian dalam melestarikannya. Disini anda bisa membeli alat musik ini sebagai sarana dalam merayakan tradisi – tradisi yang ada di lingkungan anda. Jika anda tertarik dengan instrument ini, anda bisa memesannya baik secara grosir, eceran maupun keagenan, karena alat music ini tidak selalu ada di toko musik biasa. Sebagai orang yang bangga terhadap tradisi lokal, mari lestarikan tradisi yang telah ada dan jangan biarkan tradisi yang telah lama ada ini hilang begitu saja.
WAKIL WALIKOTA DUKUNG SYIAR ISLAM MELALUI QASIDAH REBANA
Batam – Wakil Walikota Batam, Ir. H. Ria Saptarika didampingi Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika membuka kegiatan Semarak Ramadhan 1431 H Batam Pos yang ditandai dengan penabuhan Kompang bersama sama dengan Pimpinan Umum Batam Pos, Hasan Aspahani, Pimpinan Perusahaan, Usep RS dan Perwakilan dari Manajemen Mall Top 100 Batu Aji, Minggu (15/8). Semarak Ramadhan 1431 H ini adalah rangkaian dari kegiatan dalam rangka Ulang Tahun Batam Pos yang ke 12 tahun. Yang antara lain akan menampilkan perlombaan-perlombaan yang bernafaskan islami, yaitu Lomba Kompang, Lomba Qasidah Rebana yang di gelar hari itu, Lomba Fashion Show Busana Muslim Anak, Lomba Foto Busana Muslim yang digelar 21 Agustus 2010 dan Lomba Adzan serta Lomba Pukul Bedug Takbir yang akan di gelar tanggal 22 Agustus 2010. Kegiatan akan ditutup pada tanggal 29 Agustus 2010 sekaligus penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba dan buka puasa bersama anak yatim piatu sekota Batam.
Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah sangat menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Batam Pos tersebut, “acara yang di gelar Batam Pos ini sangat bermanfaat karena sangat mendukung syiar Islam, karena kompang adalah kesenian yang sangat Islami,” jelasnya. Ria juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Batam Pos yang telah peduli terhadap kesenian sekaligus Syiar Islam melalui kegiatan ini sehingga masyarakat lebih terberdayakan.
Lomba Kompang dan qasidah rebana diikuti oleh 20 Kelompok dari berbagai majelis taklim, Taman pendidikan Quran, maupun perwakilan dari Kecamatan dengan dewan juri antara lain dari Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia Kota Batam (LASQI), dari Majelis Silaturahmi Muslimah Kota Batam (Masturah) dan dari Dewan Kesenian Batam. Ketua Panitia Kegiatan, Dewi Febsuri menjelaskan kriteria penilaian oleh dewan juri yaitu vokal, Instrumen dan penampilan. Keluar sebagai juara satu Lomba Qasidah Rebana yaitu Grup Rebana Khairunisa, Batu Besar, juara kedua diraih oleh Grup Al-Ikhlas Tembesi dan Juara ketiga diraih Grup AL-Munawaroh Sei harapan.
Sumber : humasbatam.com
SENI KOMPANG MELAYU MULAI DITINGGALKAN
TEMBILAHAN- Bahari Yunus (70), seorang tokoh yang senantiasa berjuang untuk melestarikan kesenian Kompang di Negeri Seribu Jembatan, Indragiri Hilir (Inhil), dengan Sanggar Kompang Nurul Ihwan, merasa prihatin. Kesenian Melayu tersebut, kini sudah mulai ditinggalkan generasi mudanya.
" Kompang adalah kesenian Melayu yang perlu dilestarikan agar tidak hilang digerus zaman dengan kemajuan dan beragam kesenian baru yang muncul. Untuk itu, sangat diharapkan adanya perhatian dari pemerintah untuk melestarikan budaya ini," ucap Bahari, Jumat (21/1) di Tembilahan.
Kesenian Kompang, katanya, merupakan kesenian tradisional yang dinilai sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu Riau, terutama di Kabupaten Inhil. Kesenian ini, dulunya sering ditampilkan pada setiap acara dan perayaan. Bahkan, menjadi keharusan pada acara resepsi pernikahan.
Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, katanya, kesenian Kompang tak lagi populer di tengah masyarakat Melayu Inhil, terutama di kalangan generasi muda. Walaupun masih ada yang memainkan Kompang, namun sudah sangat sedikit dan jarang sekali ditampilkan.
Padahal, menurut Bahari, untuk memainkan kesenian Kompang, tidak sesulit yang dibayangkan. Walaupun untuk memainkan Beredah (permainan yang menggunakan Rebana yang besar), harus memiliki keahlian khusus. Baik dalam memainkan maupun melantun Syair Shalawat. Namun semua itu mudah dipelajari.
"Jika pemerintah mempunyai kemauan untuk melestarikan dengan memberikan apresiasi terhadap kesenian Kompang, maka kesenian ini harus dijadikan mata pelajaran di sekolah-sekolah. Atau dengan mengharuskan generasi muda, dalam setiap acara perhelatan, harus menyertakan kesenian Kompang," usul Bahari. (Zulf)
Sumber : halloriau.com
Inilah Syarat Dakwah Melalui Seni
Dr Hamid Fahmi Zarkasyi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syiar Islam melalui seni kini merebak. "Medium seni adalah hiburan, tapi jika diselipi isi-isi bernilai keagamaan bisa jadi media dakwah. Namun, efektivitas dakwahnya dikatakan belum bisa optimal,"ulas Ketua Majelis Pimpinan Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH Hamid Fahmi Zarkasyi, Selasa (12/6).
Meski begitu, pengasuh Pondok Pesantren Modern Gontor ini memaklumi jika dunia industri hiburan kini mulai banyak menyasar segmen religius. Yang terpopuler, sebutnya, menggunakan seni musik dan pertunjukan untuk menyelipkan konten keislaman. Walhasil, tidak semua bentuk seni dengan cap religi berhasil mencapai fungsinya sebagai media dakwah.
"Semua tergantung medianya, tergantung lirik, genre, dan bentuk pertunjukannya. Yang benar-benar relijius menampakkan ke arah keagamaan dengan mengutamakan identitas keislaman," imbuh Ketua Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST) ini.
Semua pertimbangan tadi menurut Gus Hamid untuk menjaga keseimbangan antara fungsi hiburan dan dakwahnya. Dari segi lirik misalnya, dia mengamati ada yang bersifat populer dan religius. Musik atau pertunjukan yang religius, sebutnya, menonjolkan pesan-pesan dakwah dibandingkan sisi hiburannya. "Sedangkan musik dalam artian populer tak bisa dipergunakan untuk dakwah,"terangnya.
Dia pun mencontohkan nasyid serta lagu-lagu Bimbo sebagai seni musik yang memenuhi syarat media dakwah sekaligus penghibur jiwa. Di ranah hiburan internasional, Maher Zain disebutnya membawa nuansa agamis dengan memadukan musik pop dan nuansa Arab. Liriknya pun membawa semangat untuk beribadah dan melakukan kaidah-kaidah sebagai seorang Muslim.
"Yang terpenting pemusik Muslim harus pintar mengkombinasikan unsur seni dan konten dakwah untuk menyampaikan ajaran-ajaran dalam Alquran dan hadist," ujar Gus Hamid. Ramuannya sisi religius dengan kemasan populis sehingga pesan tersampaikan melalui sentuhan perasaan insan.
Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: indah wulandari
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID,
Salam Sukses By:
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
Seni Kompang, Pelestarian Kompang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan, Kompang, rebana, seni, bedug, art, artist, islami, lomba, group, kelompok, kesenian, melayu, malay, sholawat, salawat, donasi, infak, sedekah, Batam, Barelang, Kepri, Kepulauan Riau, Islam, Syiar, Dakwah, Sunnah, Bansos, Bantuan sosial, Departemen Sosial, Depsos
Kami dari Takmir Masjid Al-Muttaqin - Perum Medio Raya – Trans Barelang – Kota Batam mengetuk hati kaum muslimin / muslimat di manapun berada untuk bisa membantu Dana Pembelian Peralatan dan Pembentukan 2 Group Kompang (Ar-Rijal & An-Nisa) yang masing-masing membutuhkan dana @Rp 10.000.000,- x 2 = Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).
Diharapkan dengan terbentuknya 2 Group Kompang di lingkungan Masjid Al Muttaqin, syiar dan kegiatan keislaman di wilayah Perumahan Medio Raya – Trans Barelang – Kota Batam akan semakin semarak dan lebih variatif.
Sekretariat : Masjid Al-Muttaqin RT.07 RW.14 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam – Kepulauan Riau – Indonesia (29434)
Hp. +6281377744845
Fax +62778 – 391515
Email : masjid.almuttaqin@ymail.com
No.Rekening 0188500592 Bank Muamalat Cabang Batam a.n. MESJID AL MUTTAQIN
Kompang adalah alat musik tradisional milik masyarakat melayu. Alat musik ini termasuk dalam instrument pukul seperti gendang dan gamelan. Meski saat ini instrument ini termasuk dalam alat music tradisional bangsa melayu, namun sebenarnya alat musik ini berasal dari Arab yang kemudian dibawa ke tanah Melayu pada zaman kesultanan Malaka oleh para pedagang India Muslim sekitar
Kompang biasanya dimainkan pada masa perarakan, kenduri dan upacara – upacara tradisional yang lain. Cara memainkan kompang pun terdiri dari dua bagian yaitu dengan paluan tradisi dan paluan modern. Pada paluan tradisi kompang dimainkan dengan cara sambil menyanyikan lagu – lagu atau syair Arab ataupun Melayu klasik. Namun pada teknik paluan modern, kompang dimainkan dengan sambil menari. Tradisi ini sebenarnya sangatlah perlu untuk dilestarikan mengingat semakin sedikitnya instrument musik ini dimainkan pada masa sekarang. Untuk itu sebagai Bangsa Melayu, alangkah mulianya jika melestarikan tradisi dan alat musik ini agar tetap ada.
Jika anda peduli terhadap tradisi lokal ini, anda bisa saja ikut ambil bagian dalam melestarikannya. Disini anda bisa membeli alat musik ini sebagai sarana dalam merayakan tradisi – tradisi yang ada di lingkungan anda. Jika anda tertarik dengan instrument ini, anda bisa memesannya baik secara grosir, eceran maupun keagenan, karena alat music ini tidak selalu ada di toko musik biasa. Sebagai orang yang bangga terhadap tradisi lokal, mari lestarikan tradisi yang telah ada dan jangan biarkan tradisi yang telah lama ada ini hilang begitu saja.
WAKIL WALIKOTA DUKUNG SYIAR ISLAM MELALUI QASIDAH REBANA
Batam – Wakil Walikota Batam, Ir. H. Ria Saptarika didampingi Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika membuka kegiatan Semarak Ramadhan 1431 H Batam Pos yang ditandai dengan penabuhan Kompang bersama sama dengan Pimpinan Umum Batam Pos, Hasan Aspahani, Pimpinan Perusahaan, Usep RS dan Perwakilan dari Manajemen Mall Top 100 Batu Aji, Minggu (15/8). Semarak Ramadhan 1431 H ini adalah rangkaian dari kegiatan dalam rangka Ulang Tahun Batam Pos yang ke 12 tahun. Yang antara lain akan menampilkan perlombaan-perlombaan yang bernafaskan islami, yaitu Lomba Kompang, Lomba Qasidah Rebana yang di gelar hari itu, Lomba Fashion Show Busana Muslim Anak, Lomba Foto Busana Muslim yang digelar 21 Agustus 2010 dan Lomba Adzan serta Lomba Pukul Bedug Takbir yang akan di gelar tanggal 22 Agustus 2010. Kegiatan akan ditutup pada tanggal 29 Agustus 2010 sekaligus penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba dan buka puasa bersama anak yatim piatu sekota Batam.
Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah sangat menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Batam Pos tersebut, “acara yang di gelar Batam Pos ini sangat bermanfaat karena sangat mendukung syiar Islam, karena kompang adalah kesenian yang sangat Islami,” jelasnya. Ria juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Batam Pos yang telah peduli terhadap kesenian sekaligus Syiar Islam melalui kegiatan ini sehingga masyarakat lebih terberdayakan.
Lomba Kompang dan qasidah rebana diikuti oleh 20 Kelompok dari berbagai majelis taklim, Taman pendidikan Quran, maupun perwakilan dari Kecamatan dengan dewan juri antara lain dari Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia Kota Batam (LASQI), dari Majelis Silaturahmi Muslimah Kota Batam (Masturah) dan dari Dewan Kesenian Batam. Ketua Panitia Kegiatan, Dewi Febsuri menjelaskan kriteria penilaian oleh dewan juri yaitu vokal, Instrumen dan penampilan. Keluar sebagai juara satu Lomba Qasidah Rebana yaitu Grup Rebana Khairunisa, Batu Besar, juara kedua diraih oleh Grup Al-Ikhlas Tembesi dan Juara ketiga diraih Grup AL-Munawaroh Sei harapan.
Sumber : humasbatam.com
SENI KOMPANG MELAYU MULAI DITINGGALKAN
TEMBILAHAN- Bahari Yunus (70), seorang tokoh yang senantiasa berjuang untuk melestarikan kesenian Kompang di Negeri Seribu Jembatan, Indragiri Hilir (Inhil), dengan Sanggar Kompang Nurul Ihwan, merasa prihatin. Kesenian Melayu tersebut, kini sudah mulai ditinggalkan generasi mudanya.
" Kompang adalah kesenian Melayu yang perlu dilestarikan agar tidak hilang digerus zaman dengan kemajuan dan beragam kesenian baru yang muncul. Untuk itu, sangat diharapkan adanya perhatian dari pemerintah untuk melestarikan budaya ini," ucap Bahari, Jumat (21/1) di Tembilahan.
Kesenian Kompang, katanya, merupakan kesenian tradisional yang dinilai sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu Riau, terutama di Kabupaten Inhil. Kesenian ini, dulunya sering ditampilkan pada setiap acara dan perayaan. Bahkan, menjadi keharusan pada acara resepsi pernikahan.
Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, katanya, kesenian Kompang tak lagi populer di tengah masyarakat Melayu Inhil, terutama di kalangan generasi muda. Walaupun masih ada yang memainkan Kompang, namun sudah sangat sedikit dan jarang sekali ditampilkan.
Padahal, menurut Bahari, untuk memainkan kesenian Kompang, tidak sesulit yang dibayangkan. Walaupun untuk memainkan Beredah (permainan yang menggunakan Rebana yang besar), harus memiliki keahlian khusus. Baik dalam memainkan maupun melantun Syair Shalawat. Namun semua itu mudah dipelajari.
"Jika pemerintah mempunyai kemauan untuk melestarikan dengan memberikan apresiasi terhadap kesenian Kompang, maka kesenian ini harus dijadikan mata pelajaran di sekolah-sekolah. Atau dengan mengharuskan generasi muda, dalam setiap acara perhelatan, harus menyertakan kesenian Kompang," usul Bahari. (Zulf)
Sumber : halloriau.com
Inilah Syarat Dakwah Melalui Seni
Dr Hamid Fahmi Zarkasyi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syiar Islam melalui seni kini merebak. "Medium seni adalah hiburan, tapi jika diselipi isi-isi bernilai keagamaan bisa jadi media dakwah. Namun, efektivitas dakwahnya dikatakan belum bisa optimal,"ulas Ketua Majelis Pimpinan Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH Hamid Fahmi Zarkasyi, Selasa (12/6).
Meski begitu, pengasuh Pondok Pesantren Modern Gontor ini memaklumi jika dunia industri hiburan kini mulai banyak menyasar segmen religius. Yang terpopuler, sebutnya, menggunakan seni musik dan pertunjukan untuk menyelipkan konten keislaman. Walhasil, tidak semua bentuk seni dengan cap religi berhasil mencapai fungsinya sebagai media dakwah.
"Semua tergantung medianya, tergantung lirik, genre, dan bentuk pertunjukannya. Yang benar-benar relijius menampakkan ke arah keagamaan dengan mengutamakan identitas keislaman," imbuh Ketua Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST) ini.
Semua pertimbangan tadi menurut Gus Hamid untuk menjaga keseimbangan antara fungsi hiburan dan dakwahnya. Dari segi lirik misalnya, dia mengamati ada yang bersifat populer dan religius. Musik atau pertunjukan yang religius, sebutnya, menonjolkan pesan-pesan dakwah dibandingkan sisi hiburannya. "Sedangkan musik dalam artian populer tak bisa dipergunakan untuk dakwah,"terangnya.
Dia pun mencontohkan nasyid serta lagu-lagu Bimbo sebagai seni musik yang memenuhi syarat media dakwah sekaligus penghibur jiwa. Di ranah hiburan internasional, Maher Zain disebutnya membawa nuansa agamis dengan memadukan musik pop dan nuansa Arab. Liriknya pun membawa semangat untuk beribadah dan melakukan kaidah-kaidah sebagai seorang Muslim.
"Yang terpenting pemusik Muslim harus pintar mengkombinasikan unsur seni dan konten dakwah untuk menyampaikan ajaran-ajaran dalam Alquran dan hadist," ujar Gus Hamid. Ramuannya sisi religius dengan kemasan populis sehingga pesan tersampaikan melalui sentuhan perasaan insan.
Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: indah wulandari
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID,
Salam Sukses By:
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
Seni Kompang, Pelestarian Kompang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan, Kompang, rebana, seni, bedug, art, artist, islami, lomba, group, kelompok, kesenian, melayu, malay, sholawat, salawat, donasi, infak, sedekah, Batam, Barelang, Kepri, Kepulauan Riau, Islam, Syiar, Dakwah, Sunnah, Bansos, Bantuan sosial, Departemen Sosial, Depsos
Label:
Bansos,
Bantuan sosial,
dakwah,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Departemen Sosial,
Depsos,
Dinas Pendidikan,
Islam,
Kompang,
Pelestarian Kompang,
Seni Kompang,
Sunnah,
Syiar
Rabu, 16 November 2011
Islam di Indonesia
Islam di Indonesia











Liberty Reserve account number: U0949212
Paypal Account email : iklan.ftz@gmail.com
ISLAM DI INDONESIA
Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.
Sejarah masuknya Islam
Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 – 1600)
Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.
Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.
Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.
Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat
.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus). Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Sriwijaya
.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra [Sima dari Kalingga masuk Islam.
Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).
Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mazhab Safi’i.
Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.
Masa kolonial
Pada abad ke-17 Masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.
Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:
• Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
• Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.
Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, di antara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.
Demografi
Sebagian besar ummat Islam di Islam berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.
Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah dan sebagian wilayah Papua.
Arsitektur Islam di Indonesia
Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim, disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.
Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia
Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.
Pendidikan
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.
Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.
Organisasi
Terdapat beberapa organisasi Islam di Islam, di antaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam tradisional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain ketiga organisasi diatas, di Indonesia juga dikenal adanya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Hizbut Tahrir Indonesia
Politik Islam di Indonesia
Dengan mayoritas berpenduduk Muslim, politik di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan ummat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, namun ada beberapa daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, seperti Aceh.
Seiring dengan reformasi 1998, di Indonesia jumlah partai politik Islam kian bertambah. Bila sebelumnya hanya ada satu partai politik Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan -akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah partai politik, pada pemilu 2004 terdapat enam partai politik yang berasaskan Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang.
Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia











Wallahu a’lam bishawab (Allah yang Maha Tahu akan kebenarannya)
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
(Al-Baqarah : 216)
Semoga bisa mengambil hikmah-Nya. Aamiin.
Salam SUKSES by :
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
personal brand, brand pribadi, merk pribadi, internet marketing, multi level marketing, network marketing, bisnis online, identitas pribadi, pengenal diri, identitas diri, MLM, DS, Direct Selling, pemasaran berjenjang, Prinsip Membangun Personal Brand,
islam, muslim, Moslem, Indonesia, penyebaran agama islam, sejarah islam Indonesia, dakwah, muallaf, masjid, mosque, musholla, partai politik islam, organisasi islam, umat islam, pendidikan islam, nabi Muhammad, sahabat nabi, rukun islam, rukun iman, masjid batam, musholla batam,
Liberty Reserve account number: U0949212
Paypal Account email : iklan.ftz@gmail.com
ISLAM DI INDONESIA
Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.
Sejarah masuknya Islam
Penyebaran Islam (1200 - 1600)
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penyebaran Islam di Indonesia (1200 – 1600)
Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat.
Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.
Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M.
Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat
.
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus). Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Sriwijaya
.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra [Sima dari Kalingga masuk Islam.
Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).
Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat
Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mazhab Safi’i.
Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.
Masa kolonial
Pada abad ke-17 Masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.
Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:
• Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
• Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.
Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, di antara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.
Demografi
Sebagian besar ummat Islam di Islam berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain.
Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah dan sebagian wilayah Papua.
Arsitektur Islam di Indonesia
Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim, disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.
Masjid
Masjid Raya Medan al Ma'shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia
Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.
Pendidikan
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.
Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.
Organisasi
Terdapat beberapa organisasi Islam di Islam, di antaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam tradisional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain ketiga organisasi diatas, di Indonesia juga dikenal adanya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Hizbut Tahrir Indonesia
Politik Islam di Indonesia
Dengan mayoritas berpenduduk Muslim, politik di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan peranan ummat Islam. Walau demikian, Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam, namun ada beberapa daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan syariat Islam, seperti Aceh.
Seiring dengan reformasi 1998, di Indonesia jumlah partai politik Islam kian bertambah. Bila sebelumnya hanya ada satu partai politik Islam, yakni Partai Persatuan Pembangunan -akibat adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah partai politik, pada pemilu 2004 terdapat enam partai politik yang berasaskan Islam, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang.
Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia
Wallahu a’lam bishawab (Allah yang Maha Tahu akan kebenarannya)
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
(Al-Baqarah : 216)
Semoga bisa mengambil hikmah-Nya. Aamiin.
Salam SUKSES by :
Master Internet Marketer Indonesia
http://momoncomputer.blogspot.com/
personal brand, brand pribadi, merk pribadi, internet marketing, multi level marketing, network marketing, bisnis online, identitas pribadi, pengenal diri, identitas diri, MLM, DS, Direct Selling, pemasaran berjenjang, Prinsip Membangun Personal Brand,
islam, muslim, Moslem, Indonesia, penyebaran agama islam, sejarah islam Indonesia, dakwah, muallaf, masjid, mosque, musholla, partai politik islam, organisasi islam, umat islam, pendidikan islam, nabi Muhammad, sahabat nabi, rukun islam, rukun iman, masjid batam, musholla batam,
Label:
dakwah,
Indonesia,
Islam,
masjid,
Moslem,
mosque,
muallaf,
musholla,
muslim,
organisasi islam,
partai politik islam,
pendidikan islam,
penyebaran agama islam,
sejarah islam Indonesia,
umat islam
Langganan:
Postingan (Atom)



















